21 Nov 2014

Bersabarlah, Saudara-saudara seiman! Semua akan indah pada waktunya!

Di tengah situasi panas yang meresahkan dan penuh pertikaian ini, sepertinya akan adem bila kita mencari beberapa lagu yang bertema kesabaran atau ketabahan. Selain meneduhkan hati, ia juga membelai jiwa sehingga rasa marah, benci, dendam, resah, kecewa, yang ada tidak jadi muncul
Berikut di bawah ini adalah beberapa lagu yang saya ingat dan saya temukan liriknya di internet. Semoga bisa membagikan sedikit ketenangan bagi jiwa-jiwa yang resah dan mendinginkan hati yang sedang panas.

Lagu 1

BELAJARLAH KEPADANYA


Tiada jalan keselamatan,
selain di dalam Yesus Tuhan.
Tiada arah di luar Yesus

Jangan terlambat hai, sobatku
datanglah sekarang kepadaNya.
Marilah engaku yang letih lesu
Dia kan memberi kelegaan.

Pikullah kuk yang diberikan kepadamu
dan Belajarlah kepada-Nya.
Karena Yesus lemah lembut dan panjang sabar.
Jiwamu kan dapat ketenangan.

________________

Lagu 2

Kita Ini Seperti Bunga-bunga

Kita ini seperti bunga-bunga berseri
tanpa nama terkenal, dirundungi banyak hal,
tanpa atap peneduh bila badai menderu.
Reff:
Berbungalah, berbungalah,
hai ladang dunia!

Bahkan Raja Salomo, berbusana beledu,
tak seindah dandanannya dengan bunga di lembah.
Insan ramah dan sabar bagai bunga memekar.
Reff:
Berbungalah, berbungalah,
hai ladang dunia!

Kita, bunga yang lemah di benua Asia,
membuahkan kiranya damai dan sejahtera.
Doa kita beriman, agar Tuhan berkenan!

Chorus:
Berbungalah, berbungalah,
hai ladang dunia!

_____________________

Lagu 3

Engkau Sabar Menanti

Bait 1.  Engkau sabar menanti, sedikit tak jemu
menunggu ‘ku bukakan bagiMu pintuku.
Tuhanku ‘ku akui: ‘Ku pakai namaMu,
tetapi ‘ku biarkan di luar Rajaku.

Bait 2.  Engkau ketuk pintuku, ‘ku lihatlah jelas.
bekas luka di tangan dan muka yang welas.
Sebab dosaku jua terkancing pintuku;
dan ‘Kau sabar menunggu ‘ku buka hatiku.

Bait 3.  Engkau menyapa daku dengan lemah-lembut:
“Untukmu telah ‘Ku tahan derita kemelut.
Beginikah caramu menyambut Tuhanmu?”
O Yesus, berilah ampun! Masuki hatiku.

Inti dari tulisan saya ini adalah 'bagaimana kita mesti bersabar'. Kita ibarat petani - sekarang kita menanam kebaikan, membagikan cinta kasih dan kerelaaan berkorban, dan kelak kita akan menuai hasilnya. Saat ini mungkin tampaknya tidak begitu berarti. Seluruh penderitaan yang Anda alami tidak serta merta menuai hasilnya. Sabar... sabar.. dan sabar... Hai saudara-saudaraku dalam iman, mari kita saling mengingatkan, untuk memelihara iman kita: Bersabar dan percayalah dalam iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, bahwa semua akan indah pada waktunya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar